Sunyi...
hening yang membingungkan
Diam...
meski ditatap lekat
dengan segenap upaya
tetap tak bergerak, tak bernafas
Pilu....
helai demi helai kafan membalut jasad
diikat, diusung, dishalatkan
Hampa...
tubuh pun diturunkan
ke rumah para cacing, semut, kecoa
pengganti istana emas dan perak
ditimbun bagai bangkai
Bolehkah kutaruh makanan penghilang lapar??
tidak...
Bolehkan kutinggal minuman pelepas dahaga?
tidak...
Bolehkah kutitip selimut tebal, jaket hangat, syal, sarung tangan?
tidak...
Bolehkan kutaruh uang dan perhiasan?
tidak...
Jahat...kalian jahat...
menimbun jasad orang terkasih ku
tapi tak membiarkan ku membantunya
Betapa jahatnya..
Kau bodoh!!
semua itu tak akan membantu
fatamorgana itu tak akan menolongnya
meski kau menangis meronta
meski kau teriaki semesta
tak kan membantu...menolong
Hanya...
doa anak yang shaleh
yang ikhlas...dan berbakti
penyambung tali silaturrahmi
pelepas jeratan hutang
jadilah anak shaleh itu
(4 my lovely Dad, I miss U)
puisi ini kutulis sekitar bulan Juli 2007, 2 tahun setelah kepergian Ayah. Sambil menunggu kedatangan dosen di ruang kuliah, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi sangat rindu dengan sosok Beliau, dan terukirlah puisi ini apa adanya...
Betul Sobat, hanya tinggal Do'a anak sholeh/hah yang dapat menolong dan membantu meringankan dosa serta menambah pahala bagi orang tua kita yang sudah tiada selain ilmu yang bermanfaat serta amal jariyah yang tak mungkin lagi dilakukan. Semoga sobat tabah menjalaninya. Amiiin...
BalasHapusTrims... pada awalnya memang terasa sangat sulit, namun keyakinan akan kasih sayang Allah lah yang membuat diri bisa bertahan. Terima kasih atas doanya Teman..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus