![]() |
Antibiotik telah lama digunakan untuk pengobatan infeksi oleh berbagai jenis mikroba. Ada berbagai jenis antibiotik tergantung pada jenis mikroba yang akan dibasmi. Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya cara kerja antibiotik untuk membunuh mikroba penyebab infeksi?? Pada dasarnya ada 2 mekanisme kerja antibiotik, yaitu:
- membunuh mikroba (bakteriosid), artinya antibiotik membunuh mikroba dengan cara misalnya menghambat pembentukan dinding sel mikroba, atau menghambat pembentukan senyawa tertentu di dalam tubuh mikroba dimana senyawa ini esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroba
- menghambat pertumbuhan mikroba (bakteriostatik) artinya antibiotik mengganggu suatu proses di dalam tubuh mikroba sehingga pada akhirnya pertumbuhan mikroba terhenti
Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan antibiotik, yaitu:
- Gunakanlah antibiotik secara teratur sesuai dengan petunjuk pemakaiannya oleh dokter. Misalnya, Amoksisilin yang harus diminum 4 kali sehari, maka satu hari (24 jam) kita bagi menjadi 4, 24/4=6 jam. Jadi Amoksisilin harus kita minum sekali dalam 6 jam. Begitupun dengan antibiotik lainnya, kalau pemakainnya 2 kali sehari berarti sekali dalam 12 jam. Mengapa demikian?? karena kadar antibiotik di dalam darah harus tetap kita pertahankan pada kadar yang dapat membasmi mikroba. Bila tidak, maka mikroba bisa menjadi rentan/kebal, sehingga antibiotik itu tidak mampu lagi membasminya. Akibatnya kita harus mengganti dengan jenis antibiotik yang lain. Nah, untuk mempertahankan kadar di dalam darah tadi, erat hubungannya dengan kedisiplinan kita dalam mengkonsumsi antibiotik.
- Minumlah antibiotik sampai habis. Antibiotik membutuhkan waktu untuk bekerja membasmi mikroba. Anribiotik yang berbeda memiliki lama kerja yang berbeda pula. Ada antibiotik yang harus kita habiskan dalam waktu 30 hari, misalnya Clindamycin untuk pengobatan infeksi vagina. Namun, adapula yang dikonsumsi hanya dalam waktu 3 hari, misalnya Amoksisilin pada kondisi demam karena infeksi. Tergantung pada jenis infeksi yang akan kita basmi dan jenis antibiotik yang kita pilih. Makanya, kalau kita menghentikan pemakaian antibiotik sebelum waktunya, dikhawatirkan mikroba belum sepenuhnya dibasmi dan penyakit tidak dapat sembuh dengan baik.
- Bila kita masih mempan dengan suatu jenis antibiotik, jangan beralih ke jenis antibiotik yang lain. Misalnya, bila kita masih mempan dengan Amoksisilin, mintalah dokter untuk meresepkan Amoksisilin, dan bukannya golongan Sefalosporin atau Quinolon yang memiliki efek samping yang lebih besar dan tentunya harga yang lebih mahal.
- Bila kita alergi dengan suatu jenis antibiotik, sampaikanlah kepada dokter penulis resep supaya diganti dengan antibiotik yang lain yang lebih bisa diterima tubuh kita.
- Usahakan jangan terlalu sering mengkonsumsi antibiotik. Prinsip dalam penggunaan antibiotik adalah gunakan dalam waktu sesingkat mungkin dan tidak terlalu sering. Hal ini untuk meminimalkan terjadinya resistensi antibiotik
Terakhir, jangan lupa membaca bismillah sebelum makan obat dan percayakanlah kesembuhan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar