Minggu, Oktober 03, 2010

cara pakai obat tetes telinga

  1. ujung alat penetes jangan menyentuh benda apapun, termasuk telinga
  2. cuci tangan sebelum menggunakan obat tetes telinga
  3. bersihkan bagian luar telinga dengan cotton bud
  4. jika sediaan berupa suspensi, sediaan harus dikocok terlebih dahulu
  5. penderita berbaring miring dengan telinga yang akan ditetesi obat menghadap ke atas. Untuk membuat lobang telinga lurus sehingga mudah ditetesi, maka bagi penderita dewasa telinga ditarik ke atas dan ke belakang. Sedangkan bagi anak-anak telinga ditarik ke bawah dan ke belakang. Kemudian obat diteteskan dan dibiarkan selama 5 menit.
  6. bersihkan ujung penetes dengan tissu bersih.
Sumber: Pedoman Penggunaan Obat bebas dan bebas terbatas Departemen Kesehatan RI 2006

Selasa, September 21, 2010

cara pakai obat semprot hidung

  • hidung dibersihkan dan kepala tetap tegak
  • semprotkan obat ke dalam lobang hidung sambil menarik nafas dengan cepat
  • untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan di antara kedua paha
  • setelah digunakan, botol alat semprot dicuci dengan air hangat tetapi jangan sampai air masuk ke dalam botol kemudian dikeringkan dengan tissu bersih.

Minggu, September 19, 2010

cara pakai obat tetes hidung

Berikut cara pakai obat tetes hidung:
  • hidung dibersihkan dan kepala ditengadahkan bila penggunaan obat dilakukan sambil berdiri dan duduk, atau penderita cukup berbaring saja
  • teteskanlah obat pada lobang hidung dan biarkan selama beberapa menit agar obat dapat tersebar di dalam hidung
  • untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan di antara dua paha
  • selama digunakan, alat penetes dibersihkan dengan ari panas dan keringkan dengan tissu bersih
(Penggunaan obat bebas dan bebas terbatas , Departemen Kesehatan RI 2006)

Jumat, September 17, 2010

Cara Pakai Obat Tetes Mata dan Salep mata

 Kita mungkin pernah atau bahkan  sering menggunakan obat tetes mata. Namun sudah tahukah kita cara pakai obat tetes mata yang benar?? Coba simak point-point berikut yang saya kutip dari buku Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas Departemen Kesehatan RI 2006:



  • Ujung alat penetes jangan tersentuh oleh benda apapun(termasuk mata) dan selalu ditutup rapat setelah digunakan

  • Untuk glaukoma atau inflamasi, petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan harus diikuti dengan benar

  • Cuci tangan

  • Tengadahkan kepala

  • Dengan jari telunjuk, kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah  untuk membuka kantong konjungtiva

  • Teteskan obat pada kantong konjungtiva, tutup rapat alat penetes

  • Mata ditutup selama 1-2 menit, jangan mengedip

  • Ujung mata dekat hidung ditekan 1-2 menit

  • Cuci tangan untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada tangan



  • Lalu, bagaimana dengan salep mata?? Caranya tak jauh berbeda, simak ya:
    • Ujung tube salep mata jangan tersentuh benda apapun (termasuk mata)
    • Cuci tangan
    • Tengadahkan kepala
    • Dengan jari telunjuk, kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah  untuk membuka kantong konjungtiva
    • Tube salep mata ditekan hingga salep masuk dalam kantong konjungtiva.
    • Mata ditutup selama 1-2 menit, gerakkan mata ke kiri-kanan, atas-bawah
    • Setelah digunakan, ujung kemasan salep diusap dengan tissu bersih (jangan dicuci dengan air hangat) dan wadah salep ditutup rapat.
    • Cuci tangan untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada tangan

    Bila menggunakan 2 jenis obat tetes mata pada saat bersamaan, berilah jarak pemakaian antarkeduanya selama 5 menit. Hal ini supaya obat yang pertama dapat diserap dengan baik oleh mata. Kalau menggunakan tetes mata dan salep mata pada saat yang bersamaan, gunakan tetes mata terlebih dahulu, setelah 5 menit baru gunakan salep mata. Bila sebaliknya, yaitu salep mata dahulu baru kemudian tetes mata, dikhawatirkan penyerapan tetes mata tidak sempurna karena dihalangi oleh salep yang konsistensinya berlemak.
    Oke fren, selamat mencoba!!

    Saat

    Saat kau berada dalam perutnya selama 9 bulan,
    Ia begitu bahagia meski penat menyiksanya sampai tak bisa makan dan tidur..

    Saat kau lahir ke dunia dengan bersimbah darahnya,
    air mata menetes menahan pedihnya sakit perjuangan hidup dan mati..

    Saat kau begitu lemah tak berdaya,
    ia dengan penuh kasih memberimu susu, pakaian sampai mengurusi kotoranmu..

    Saat kau bangun dan tidur sesuka hatimu,
    ia dengan ikhlas mengikuti ritme tidurmu supaya kamu bisa tetap minum susu...

    Saat kau mulai bisa merangkak lalu berjalan,
    ia tak melepaskan pandangannya darimu supaya kau tak kena setrum, ditumpuk kursi, atau ditabrak kendaraan...

    Saat kau mulai berlatih bicara,
    ia mengikuti dan menuntun ucapanmu dengan lembut...

    Saat kau menggigit dan mencakar teman sepermainanmu,
    ia meminta maaf untukmu...

    Saat kau merengek-rengek ingin digendong di depan kelas,
    ia dengan sabar dan senyuman memelukmu meski seisi kelas menertawakan...

    Saat kau membeli pakaian baru dan semua perlengkapan sekolahmu,
    ia merelakan untuk tidak mencicipi jajanan kesukaannya...

    Saat kau mendapat juara di kelas,
    ia begitu bahagia dan memelukmu terharu....

    Saat kau ragu dengan biaya kuliah yang mahal,
    ia meyakinkanmu bahwa selalu ada jalan jika kita mau berusaha...

    Saat kau mendapat pekerjaan dan sudah berpenghasilan,
    ia tetap penuh kasih dan sayang menanyakan kabarmu...

    Saat suatu hari nanti ia harus pergi karena Tuhan lebih menyayanginya darimu,
    sudah siapkah dirimu??

    (Merugilah seorang anak yang orang tuanya berada dalam pemeliharaannya tapi ia tidak masuk surga karenanya )
    Puisi ini kutulis sekitar pertengahan 2009 ketika hatiku begitu miris dan terenyuh melihat perlakuan tetanggaku kepada Ibunya. Ya Rabb, ampunilah dosa kami dan dosa kedua Ibu Ayah kami, lunakkanlah hati kami kepadanya dengan penuh kasih sayang, tolonglah kami agar tidak menjadi anak yang durhaka. Sayangilah Ayah dan Ibu kami sebagaimana keduanya menyayangi kami sewaktu kecil. Amiin)

    Kamis, September 16, 2010

    sebait rindu untuk Ayah

    Sunyi...
    hening yang membingungkan

    Diam...
    meski ditatap lekat
    dengan segenap upaya
    tetap tak bergerak, tak bernafas

    Pilu....
    helai demi helai kafan membalut jasad
    diikat, diusung, dishalatkan

    Hampa...
    tubuh pun diturunkan
    ke rumah para cacing, semut, kecoa
    pengganti istana emas dan perak
    ditimbun bagai bangkai

    Bolehkah kutaruh makanan penghilang lapar??
    tidak...
    Bolehkan kutinggal minuman pelepas dahaga?
    tidak...
    Bolehkah kutitip selimut tebal, jaket hangat, syal, sarung tangan?
    tidak...
    Bolehkan kutaruh uang dan perhiasan?
    tidak...

    Jahat...kalian jahat...
    menimbun jasad orang terkasih ku
    tapi tak membiarkan ku membantunya
    Betapa jahatnya..

    Kau bodoh!!
    semua itu tak akan membantu
    fatamorgana itu tak akan menolongnya
    meski kau menangis meronta
    meski kau teriaki semesta
    tak kan membantu...menolong

    Hanya...
    doa anak yang shaleh
    yang ikhlas...dan berbakti
    penyambung tali silaturrahmi
    pelepas jeratan hutang
    jadilah anak shaleh itu

    (4 my lovely Dad, I miss U)

    puisi ini kutulis sekitar bulan Juli 2007, 2 tahun setelah kepergian Ayah. Sambil menunggu kedatangan dosen di ruang kuliah, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi sangat rindu dengan sosok Beliau, dan terukirlah puisi ini apa adanya...

    Rabu, September 15, 2010

    antibiotik dan penggunaannya


    
    


    Antibiotik telah lama digunakan untuk pengobatan infeksi oleh berbagai jenis mikroba. Ada berbagai jenis antibiotik tergantung pada jenis mikroba yang akan dibasmi. Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya cara kerja antibiotik untuk membunuh mikroba penyebab infeksi?? Pada dasarnya ada 2 mekanisme kerja antibiotik, yaitu:
    • membunuh mikroba (bakteriosid), artinya antibiotik membunuh mikroba dengan cara misalnya menghambat pembentukan dinding sel mikroba, atau menghambat pembentukan senyawa tertentu di dalam tubuh mikroba dimana senyawa ini esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroba
    • menghambat pertumbuhan mikroba (bakteriostatik) artinya antibiotik mengganggu suatu proses di dalam tubuh mikroba sehingga pada akhirnya pertumbuhan mikroba terhenti

     Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan antibiotik, yaitu:
    • Gunakanlah antibiotik secara teratur sesuai dengan petunjuk pemakaiannya oleh dokter. Misalnya, Amoksisilin yang harus diminum 4 kali sehari, maka satu hari (24 jam) kita bagi menjadi 4, 24/4=6 jam. Jadi Amoksisilin harus kita minum sekali dalam 6 jam. Begitupun dengan antibiotik lainnya, kalau pemakainnya 2 kali sehari berarti sekali dalam 12 jam. Mengapa demikian??  karena kadar antibiotik di dalam darah harus tetap kita pertahankan pada kadar yang dapat membasmi mikroba. Bila tidak, maka mikroba bisa menjadi rentan/kebal, sehingga antibiotik itu tidak mampu lagi membasminya. Akibatnya kita harus mengganti dengan jenis antibiotik yang lain. Nah, untuk mempertahankan kadar di dalam darah tadi, erat hubungannya dengan kedisiplinan kita dalam mengkonsumsi antibiotik.
    • Minumlah antibiotik sampai habis. Antibiotik membutuhkan waktu untuk bekerja membasmi mikroba. Anribiotik yang berbeda memiliki lama kerja yang berbeda pula. Ada antibiotik yang harus kita habiskan dalam waktu 30 hari, misalnya Clindamycin untuk pengobatan infeksi vagina. Namun, adapula yang dikonsumsi hanya dalam waktu 3 hari, misalnya Amoksisilin pada kondisi demam karena infeksi. Tergantung pada jenis infeksi yang akan kita basmi dan jenis antibiotik yang kita pilih. Makanya, kalau kita menghentikan pemakaian antibiotik sebelum waktunya, dikhawatirkan mikroba belum sepenuhnya dibasmi dan penyakit tidak dapat sembuh dengan baik.
    • Bila kita masih mempan dengan suatu jenis antibiotik, jangan beralih ke jenis antibiotik yang lain. Misalnya, bila kita masih mempan dengan Amoksisilin, mintalah dokter untuk meresepkan Amoksisilin, dan bukannya golongan Sefalosporin atau Quinolon yang memiliki efek samping yang lebih besar dan tentunya harga yang lebih mahal.
    • Bila kita alergi dengan suatu jenis antibiotik, sampaikanlah kepada dokter penulis resep supaya diganti dengan antibiotik yang lain yang lebih bisa diterima tubuh kita.
    • Usahakan jangan terlalu sering mengkonsumsi antibiotik. Prinsip dalam penggunaan antibiotik adalah gunakan dalam waktu sesingkat mungkin dan tidak terlalu sering. Hal ini untuk meminimalkan terjadinya resistensi antibiotik
    Terakhir, jangan lupa membaca bismillah sebelum makan obat dan percayakanlah kesembuhan sepenuhnya kepada Allah SWT.

    Selasa, September 14, 2010

    Mau Sehat??Jaga Makanan, dong!!!

    PIRAMIDA PANDUAN MAKANAN

    PIRAMIDA PANDUAN MAKANAN Patokan dengan perencanaan pola makan dengan gizi seimbang yang disesuaikan denagn kebutuhan tubuh.

    Pada dasar piramida ada kelompok karbohidrat ( nasi, roti, mi, bihun, pasta , sereal ) yang merupakan sumber energi utama. Kelompok ini boleh diasup denagn porsi terbesar, 60-70 %

    Baris kedua adalah kelompok serat yang merupakan sumber vitamin dan mineral. Kelompok ini masih boleh diasup denagn porsi banyak tetapi tak sebanayk porsi karbohidrat. Kotak sayur lebih besar dari kotak buah menandakan, sayur perlu diasup lebih banyak daripada buah.

    Baris ketiga yang terdiri atas dua kotak merupakan kelompok sumber protein dan mineral. Kotak kanan adalah makanan sumber protein hewani dan nabati. Kotak kiri adalah susu dan produknya. Baris ketiga menyempit dibanding baris sebelumnya, yang berarti kebutuhannya lebih sedikit. Karena kelompok ini mengandung cukup banyak lemak.

    Kolom puncak terdiri atas kelompok lemak dan minyak . Yang termasuk di dalamnya antara lain : minyak goreng, lemak dari daging sapi / ayam, saus salad, minuman bersoda, permen dan coklat. Kelompok ini menghasilkan banyak kalori namun sedikit kandungan gizinya. Karenanya dianjurkan untuk mengkomsumsinya sedikit saja. .

    Post Date : Apr 23, 2008
    Source : menu sehat