Saat kau berada dalam perutnya selama 9 bulan,
Ia begitu bahagia meski penat menyiksanya sampai tak bisa makan dan tidur..
Saat kau lahir ke dunia dengan bersimbah darahnya,
air mata menetes menahan pedihnya sakit perjuangan hidup dan mati..
Saat kau begitu lemah tak berdaya,
ia dengan penuh kasih memberimu susu, pakaian sampai mengurusi kotoranmu..
Saat kau bangun dan tidur sesuka hatimu,
ia dengan ikhlas mengikuti ritme tidurmu supaya kamu bisa tetap minum susu...
Saat kau mulai bisa merangkak lalu berjalan,
ia tak melepaskan pandangannya darimu supaya kau tak kena setrum, ditumpuk kursi, atau ditabrak kendaraan...
Saat kau mulai berlatih bicara,
ia mengikuti dan menuntun ucapanmu dengan lembut...
Saat kau menggigit dan mencakar teman sepermainanmu,
ia meminta maaf untukmu...
Saat kau merengek-rengek ingin digendong di depan kelas,
ia dengan sabar dan senyuman memelukmu meski seisi kelas menertawakan...
Saat kau membeli pakaian baru dan semua perlengkapan sekolahmu,
ia merelakan untuk tidak mencicipi jajanan kesukaannya...
Saat kau mendapat juara di kelas,
ia begitu bahagia dan memelukmu terharu....
Saat kau ragu dengan biaya kuliah yang mahal,
ia meyakinkanmu bahwa selalu ada jalan jika kita mau berusaha...
Saat kau mendapat pekerjaan dan sudah berpenghasilan,
ia tetap penuh kasih dan sayang menanyakan kabarmu...
Saat suatu hari nanti ia harus pergi karena Tuhan lebih menyayanginya darimu,
sudah siapkah dirimu??
(Merugilah seorang anak yang orang tuanya berada dalam pemeliharaannya tapi ia tidak masuk surga karenanya )
Puisi ini kutulis sekitar pertengahan 2009 ketika hatiku begitu miris dan terenyuh melihat perlakuan tetanggaku kepada Ibunya. Ya Rabb, ampunilah dosa kami dan dosa kedua Ibu Ayah kami, lunakkanlah hati kami kepadanya dengan penuh kasih sayang, tolonglah kami agar tidak menjadi anak yang durhaka. Sayangilah Ayah dan Ibu kami sebagaimana keduanya menyayangi kami sewaktu kecil. Amiin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar